Menu

Mode Gelap
Isi Kemerdekaan RI ke-81, Hendry Munief Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri Bupati Kampar Pimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 Berlangsung Sukses KUA Salo Mengabdi di Hari Kemerdekaan: Doa, Pengabdian, dan Semangat Menjaga Indonesia Istighosah Kemerdekaan, Menyatukan Doa dan Semangat Pengabdian Seru! Kadispora Riau dan Ketua KONI Kampar Adu Strategi di Meja Domino Sempena HUT RI, Bupati Kampar Anjangsana ke 28 Panti Asuhan yang Tersebar di Seluruh Wilayah Kabupaten Kampar

Artikel

Istighosah Kemerdekaan, Menyatukan Doa dan Semangat Pengabdian

badge-check


					Istighosah Kemerdekaan, Menyatukan Doa dan Semangat Pengabdian Perbesar

Ditulis Oleh: Adi Jondri Putra (Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo)

Bangkinang Kota, mediadihati.com — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui doa dan pengabdian. Dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia ke-81, Kepala KUA Kecamatan Salo H. Zulfahmi, MA, bersama staf menghadiri kegiatan istighosah dan doa bersama yang digelar di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Minggu (16/08/2026).
Kehadiran keluarga besar KUA Kecamatan Salo menjadi bagian dari semangat yang digagas Kementerian Agama untuk mengisi kemerdekaan dengan rasa syukur dan nilai-nilai spiritual. Doa bersama menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memohon pertolongan, keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi bangsa Indonesia.

Di sela kegiatan, H. Zulfahmi mengatakan, kehadiran KUA Salo merupakan wujud syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus tekad untuk meneruskan perjuangan melalui pengabdian kepada masyarakat.

“Kita mensyukuri kemerdekaan, mengenang jasa para pahlawan, memohon keberkahan bagi Indonesia, serta meneguhkan tekad untuk terus mengabdi, menjaga kerukunan, dan merawat persatuan bangsa,” ungkapnya.

Menurut Zulfahmi, istighosah dan doa bersama juga memiliki makna yang lebih luas. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat iman dan nasionalisme, membangun semangat moderasi beragama, serta meneguhkan nilai pengabdian aparatur KUA dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bagi KUA Kecamatan Salo, kemerdekaan bukan sekadar warisan yang harus dikenang, tetapi amanah yang harus diisi. Jika para pahlawan dahulu berjuang dengan tenaga dan jiwa raganya, maka generasi saat ini melanjutkan perjuangan melalui ilmu, pelayanan, keteladanan, dan pengabdian.

“Cinta tanah air dan ketaatan kepada Allah dapat berjalan bersama,” tegas Zulfahmi.

Istighosah pun menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga Indonesia tidak pernah selesai. Ia harus dirawat dengan doa, diperkuat dengan persatuan, dan diwujudkan melalui kerja nyata.
Kemerdekaan disyukuri dengan doa, perjuangan diteruskan dengan pengabdian, dan Indonesia dijaga dengan persatuan.

Baca Lainnya

KUA Salo Mengabdi di Hari Kemerdekaan: Doa, Pengabdian, dan Semangat Menjaga Indonesia

17 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Ketika Suami Juga Memiliki “Masa Iddah”

14 Agustus 2026 - 20:34 WIB

LPTQ Kampar Perkuat Pembinaan dari Daerah: “Hormati Supremasi MTQ”

13 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 Tinggalkan Program Berkelanjutan Melalui Rekonstruksi Gapura dan Bank Sampah Desa Karya Mulya

30 Juli 2026 - 20:58 WIB

Usai Kajian Subuh, Jamaah Masjid Al-Muhajirin Salo Tanam Pohon: Menanam Kebaikan untuk Generasi Mendatang

26 Juli 2026 - 20:06 WIB

Trending di Daerah