Menu

Mode Gelap
Buka Sosialisasi P4GN, Ketua Umum BNK Kampar Misharti Tegaskan Pencegahan Narkoba Harus Dimulai Sejak Dini Musda Sebagai Kunci Kesuksesan Partai Golkar Berkat Dukungan dan Doa Masyarakat, Team Kampar Junior FA U-17 Pesta Gol 9-0 Lawan Young Abadi FC di Piala Soeratin BNK Kampar dan Yonif 132/Bima Sakti Bersinergi Cegah Penyalahgunaan Narkoba Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Kukuhkan Pengurus Forikan Periode 2026-2030. BPBD Kampar Terima Bantuan CSR Sapras Penanggulangan Bencana dan Karhutla dari PLN Nusantara Power

Nasional

Rapat dengan Menteri Desa, Syahrul Aidi Sampaikan Pertanyaan Kades Terkait Koperasi Desa Merah Putih

badge-check


					Rapat dengan Menteri Desa, Syahrul Aidi Sampaikan Pertanyaan Kades Terkait Koperasi Desa Merah Putih Perbesar

Jakarta, mediadihati.com – Pemerintah pusat berencana membuat Koperasi Merah Putih sebagai wadah pembangunan ekonomi tingkat desa. Program ini masih jadi pertanyaan bagi banyak pihak terutama para kepala desa sebagai pelaksana program ini nantinya.

Pertanyaan dan masukan dari para kepala desa ini langsung disampaikan oleh anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Dr. Syahrul Aidi Maazat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Desa pada Kamis (13/3/2025) di senayan.

Syahrul Aidi mengakui bahwa setelah Koperasi Desa Merah Putih ini diluncurkan oleh pemerintah. Banyak pertanyaaan dari kepala desa terkait hal ini. Banyak Kades ini khawatir terjadi tumpang tindih program dan mengurangi fungsi kelembagaan lainnya.

“Kita sudah tau bahwa di desa sudah ada KUD, apa statusnya itunya nanti. Kemudian ada juga Bumdes. Seperti apa statusnya. Kita menyarankan Koperasi baru ini polanya tidak menganggu eksistensi Bumdes dan KUD yang sudah ada.” kata Syahrul Aidi.

Dia juga menegaskan agar keberadaan Koperasi Merah Putih ini jangan sampai membunuh KUD dan Bumdes yang sudah ada. Jangan sampai koperasi ini juga membunuh usaha rakyat.

“Kita juga diskusi dengan kades, katanya koperasi ini akan membuat gudang sembako. Sementara nanti ada usaha rakyat yang berjualan sembako. Jangan sampai usaha rakyat terganggu” tambahnya.

Dia juga mempertanyakan sumber dana Koperasi Merah Putih ini dari Dana Desa. Dana desa ini menurutnya untuk membangun otonomi desa.

“Kualifikasi desa ini macam-macam, maka tidak bisa kita ratakan dalam satu program. Jika koperasi ini jadi, jangan sampai program sama untuk semua desa. Ini tentu mengurangi fungsi dana desa sebagai instrumen khusus otonomi desa nantinya.” katanya. (***)

Baca Lainnya

Kepala BGN : SPPG yang Tak Penuhi Standar Akan Ditindak Tegas

24 Juli 2026 - 16:47 WIB

Ekoteologi Satukan Hati, Penyuluh Agama KUA Salo Tanam Pohon di Gereja Wujudkan Kerukunan Umat Beragama

24 Juli 2026 - 13:55 WIB

Mahasiswa KKN UNRI dan STAI Sultan Syarif Kasim Siak Gelar Festival Anak Desa di SDN 09 Merangkai

23 Juli 2026 - 21:47 WIB

Masjid Tua di Pulau Tonga Tetap Hidup dalam Doa, Penyuluh Agama KUA Salo dan Mahasiswa KKN UNRI Hijaukan Pekarangannya

22 Juli 2026 - 18:44 WIB

Menjaga Harapan dari Ancaman Narkoba: Ikhtiar yang Tak Pernah Berhenti di Bumi Kampar Negeri Serambi Mekkah

22 Juli 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah