Bangkinang Kota, Mediadihati.com – Ketua Umum Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar yang juga Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. secara resmi membuka kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN dan PN) Tahun 2026 yang digelar di SMKN 1 Bangkinang, Kamis (30/7/2026).
Misharti menegaskan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dimulai sejak dini, terutama di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, ancaman narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda serta menghambat kemajuan daerah.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar Helmi dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kampar Mahadi, bersama para kepala sekolah, guru, narasumber, serta ratusan siswa-siswi SMKN 1 Bangkinang.
Dalam sambutannya, Ketua Umum BNK Kampar Misharti mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau BNK semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari bentengi diri dengan ilmu, iman, serta lingkungan pergaulan yang positif agar terhindar dari bahaya narkoba,” tegas Misharti.
Ia mengatakan, sosialisasi P4GN terus dilakukan secara masif di Kabupaten Kampar mengingat penyalahgunaan narkotika semakin berkembang dengan berbagai modus. Dampak narkoba, lanjutnya, sangat berbahaya karena tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, menurunkan produktivitas, membuat seseorang kehilangan semangat beraktivitas, hingga menjauh dari kehidupan sosial.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kampar bersama BNK ingin seluruh generasi muda Kampar tumbuh sehat, baik jasmani maupun rohani. Jangan sampai masa depan kalian direnggut oleh narkoba,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan pencegahan, BNK Kampar juga telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar melalui program kokurikuler yang bertujuan mengintegrasikan edukasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah.
Selain itu, BNK Kampar juga menggandeng para penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Kampar. Melalui kerja sama tersebut, para penyuluh diharapkan dapat menyisipkan pesan-pesan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dalam setiap kegiatan penyuluhan, ceramah keagamaan, maupun khutbah di berbagai majelis taklim dan rumah ibadah.
Misharti menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan edukasi serta pengawasan kepada generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Helmi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi P4GN dan PN menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman para pelajar mengenai bahaya narkoba sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba.
Ia berharap para siswa tidak hanya menjadi peserta sosialisasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mengajak teman sebaya dan lingkungan sekitar untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan pembinaan dan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta komitmen seluruh peserta dalam mendukung Program Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kampar, BNK Kampar, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan terwujud Kabupaten Kampar yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi. (***)














