Menu

Mode Gelap
Mewakili Provinsi Riau di Seri Nasional, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti Lepas Keberangkatan Tim Kampar Junior FA U-10, U-11 dan U-12. PIALA AKHIRAT Jelang Keberangkatan ke Lampung, Wabup Hidangkan Menu Sarapan Pagi Bagi Tim Kampar Junior FA Besok Pagi, Wabup Kampar Bakal Lepas Tim Kampar Junior Berlaga di Piala Garuda Anak Indonesia di Lampung Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031 Bersempena 60 Tahun, Diniyyah Pekanbaru Gelar Seminar Tantangan dan Peluang Pendidikan Islam

Daerah

PIALA AKHIRAT

badge-check


					PIALA AKHIRAT Perbesar

PIALA AKHIRAT
Oleh: Erman Gani
(Dosen UIN Suska Riau)

Setiap empat tahun sekali, dunia seakan berhenti sejenak untuk menyaksikan pesta sepak bola terbesar, Piala Dunia.

Tahun ini, Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara, dan jutaan pasang mata tertuju ke sana. Orang-orang rela begadang demi menonton pertandingan, menghafal jadwal, menghitung selisih waktu antarnegara, bahkan menyesuaikan agenda pekerjaan agar tidak ketinggalan laga tim kesayangannya.

Piala Dunia memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Ia menyatukan bangsa-bangsa, menghadirkan persaingan yang sportif, dan menampilkan perjuangan, strategi, serta kerja keras untuk meraih kemenangan. Menariknya lagi, di tengah dinamika politik dunia, ada pula kontingen dari negara-negara yang sedang memiliki ketegangan hubungan, seperti Iran dan Amerika Serikat.

Namun di lapangan hijau, yang berbicara adalah semangat kompetisi dan cita-cita menjadi juara.
Manusia begitu peduli terhadap waktu dan tempat pertandingan. Jadwal kickoff dicatat, alarm dipasang, dan tidak sedikit yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menyaksikan satu pertandingan. Semua itu dilakukan karena ada tujuan dan kecintaan yang besar.

Tetapi di tengah perhatian besar terhadap Piala Dunia, ada sebuah pertanyaan yang patut direnungkan, bagaimana dengan “Piala Akhirat”? Apakah kita juga menjaga jadwal dan waktunya dengan sebaik-baiknya?

Allah SWT telah menetapkan jadwal-jadwal penting bagi kehidupan seorang mukmin. Lima waktu salat adalah panggilan langit yang datang setiap hari. Ia bukan sekadar kewajiban, melainkan tanda bahwa Allah sedang mengundang hamba-Nya untuk hadir di hadapan-Nya.

Jika manusia rela menunggu berjam-jam demi pertandingan sepak bola, mengapa terkadang kita masih menunda-nunda beberapa menit untuk memenuhi panggilan azan?

Piala Dunia memiliki peluit tanda dimulai dan berakhirnya pertandingan. Adapun Piala Akhirat juga memiliki batas waktu, yaitu umur manusia.

Bedanya, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan peluit akhir kehidupan akan ditiupkan.

Nabi SAW mengingatkan agar manusia memanfaatkan waktu sebelum datang masa yang tidak lagi memberi kesempatan untuk beramal.

Dalam pertandingan sepak bola, setiap tim berusaha mengumpulkan poin untuk lolos ke babak berikutnya.

Demikian pula kehidupan seorang mukmin. Setiap salat, sedekah, kejujuran, amanah, dan kebaikan yang dilakukan adalah “poin-poin” amal yang akan menentukan nasibnya di hadapan Allah pada hari perhitungan.

Bila Piala Dunia hanya melahirkan satu juara yang mengangkat trofi, maka Piala Akhirat membuka peluang bagi setiap orang untuk menjadi pemenang dengan rahmat dan ridha Allah.

Ironisnya, banyak orang hafal jadwal pertandingan, tetapi lupa jadwal shalat. Mereka tahu di stadion mana tim idolanya bermain, tetapi tidak mengetahui kapan terakhir kali hatinya benar-benar khusyuk berdiri di hadapan Allah.

Padahal, kemenangan di Piala Dunia hanya dikenang dalam sejarah, sedangkan kemenangan di akhirat adalah kebahagiaan yang kekal abadi.

Allah SWT, berfirman:
“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”
(QS. Al-An‘am: 32).
Ayat tersebut bukanlah larangan untuk menikmati hiburan atau menyukai olahraga. Islam tidak melarang umatnya mencintai sepak bola atau mengikuti perkembangan Piala Dunia.

Islam mengajarkan keseimbangan. Dunia boleh diraih, tetapi akhirat jangan sampai dilupakan. Hiburan boleh dinikmati, tetapi jangan sampai melalaikan ibadah.

Kecintaan kepada pertandingan jangan sampai mengalahkan kecintaan kepada perjumpaan dengan Allah.
Karena itu, Piala Dunia perlu, tetapi Piala Akhirat jauh lebih perlu. Menonton pertandingan boleh saja, selama tidak meninggalkan shalat dan kewajiban. Mendukung tim favorit tidak salah, selama hati tetap mendukung panggilan iman.

Pada akhirnya, trofi dunia hanya akan berakhir di lemari pajangan, sedangkan trofi akhirat adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Marilah kita menjadi manusia yang bijak dalam menata prioritas.

Bila seseorang mampu menjaga jadwal pertandingan sepak bola dengan penuh disiplin, maka semestinya kita lebih mampu menjaga jadwal salat dengan penuh cinta. Jika kita rela berkorban untuk menyaksikan kemenangan sebuah tim, maka lebih layak lagi kita berjuang untuk meraih kemenangan yang dijanjikan Allah.

Piala Dunia hanya berlangsung beberapa pekan. Namun Piala Akhirat adalah pertandingan seumur hidup, dan hadiahnya adalah kebahagiaan yang tidak pernah berakhir. Wallahu A’lam.

Baca Lainnya

Mewakili Provinsi Riau di Seri Nasional, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti Lepas Keberangkatan Tim Kampar Junior FA U-10, U-11 dan U-12.

17 Juni 2026 - 10:49 WIB

Jelang Keberangkatan ke Lampung, Wabup Hidangkan Menu Sarapan Pagi Bagi Tim Kampar Junior FA

17 Juni 2026 - 08:58 WIB

Besok Pagi, Wabup Kampar Bakal Lepas Tim Kampar Junior Berlaga di Piala Garuda Anak Indonesia di Lampung

17 Juni 2026 - 05:30 WIB

Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031

16 Juni 2026 - 18:56 WIB

Bersempena 60 Tahun, Diniyyah Pekanbaru Gelar Seminar Tantangan dan Peluang Pendidikan Islam

16 Juni 2026 - 18:51 WIB

Trending di Daerah