Salo, Mediadihati.com – Udara sejuk Dusun Rantau Panjang, Desa Salo, Kecamatan Salo, Selasa pagi (19/05/2026), terasa berbeda. Di tengah hamparan hijau yang masih asri, para penyuluh agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salo bersama Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Kabupaten Kampar menapaki lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan penghijauan di lingkungan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) Rantau Panjang.
Langkah demi langkah yang mereka lakukan bukan sekadar memantau lokasi penanaman bibit buah-buahan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol nyata kepedulian terhadap bumi, sekaligus bentuk implementasi program ekoteologi yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, Gusmiwati melalui penyuluh agama, Ustadz Nurjalal, didampingi Ustadz Zamhasri dan Adi Jondri Putra, menegaskan bahwa gerakan penghijauan tersebut merupakan bentuk komitmen penyuluh agama dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan keagamaan.
“Program penghijauan ini merupakan penjabaran nyata dari program ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Untuk menyukseskannya, kami bersinergi dengan Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar serta melibatkan seluruh stakeholder terkait,” ujar Nurjalal di sela peninjauan lokasi.
Menurutnya, kegiatan penghijauan nantinya direncanakan akan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, unsur Pemerintah Kabupaten Kampar, para tokoh masyarakat, hingga siswa-siswi di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan yang berada di Kecamatan Salo.
Bagi para penyuluh agama, menanam pohon bukan hanya aktivitas seremonial. Menanam berarti menitipkan harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat bagi generasi mendatang.
“Kegiatan penghijauan ini merupakan wujud konkret kepedulian kita terhadap lingkungan,” tambah Nurjalal.
Kehadiran tim penyuluh agama bersama Ketua KPL Kabupaten Kampar juga disambut hangat masyarakat setempat. Tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun Rantau Panjang, Ibrahim, mengaku bahagia atas kepedulian KUA Kecamatan Salo terhadap isu lingkungan hidup.
“Kami sangat menyambut baik program penghijauan ini. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ungkap Ibrahim penuh harap.
Semangat kolaborasi juga terlihat dari kesiapan Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar dalam mendukung penuh program tersebut. Ketua KPL Kabupaten Kampar, Adi Jondri Putra, menilai sinergi antara komunitas lingkungan, pemerintah, dan Kementerian Agama menjadi langkah penting dalam membangun budaya cinta lingkungan di tengah masyarakat.
“Bersinergi dengan Kementerian Agama dan stakeholder lainnya dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan kehormatan bagi KPL Kampar,” ujarnya.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata, langkah kecil dari Kecamatan Salo ini menjadi pesan besar bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Dari lingkungan madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan, semangat mencintai alam terus ditanamkan, seiring tumbuhnya bibit-bibit pohon yang kelak diharapkan memberi manfaat bagi banyak generasi.(***)














