Bangkinang Kota, mediadihati.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar memberikan pendampingan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) bidang kesehatan, UPTD bidang pendidikan, serta pemerintah desa se-Kabupaten Kampar dalam penginputan dokumen inovasi ke laman Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.
Pendampingan tersebut dilaksanakan dua tahap. Tahap I, Pendampingan untuk OPD yang dilaksanakan pada 2 s.d 9 Juni 2026. Sedangkan Tahap II, Pendampingan untuk UPTD Kesehatan, UPTD Pendidikan dan Desa yang dilaksanakan mulai 25 Juni hingga 3 Juli 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Ruang Rapat Gulamo Bappeda Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan pengukuran dan penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).
Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dokumen inovasi, kelengkapan data pendukung, serta ketepatan pengisian indikator penilaian oleh perangkat daerah di Kabupaten Kampar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Dhesy Elyanti, S.E., M.Si., didampingi Fungsional Perencana Ahli Muda Bappeda Kabupaten Kampar, Syahrizal, S.Pt., M.Si., di sela-sela kegiatan pendampingan penginputan dokumen inovasi, Jumat (3/7/2026).
Menurut Dhesy, lebih dari 200 peserta yang terdiri atas perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, UPTD Kesehatan (Puskesmas), serta UPTD Pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti kegiatan tersebut.
“Bappeda memberikan pendampingan dengan menjelaskan teknis penginputan dokumen sekaligus membantu memberikan solusi apabila peserta mengalami kendala selama proses penginputan,” jelas Dhesy.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Para peserta juga sangat aktif berkonsultasi dan mengikuti setiap tahapan penginputan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dhesy menjelaskan bahwa dari hasil pendampingan tersebut teridentifikasi tiga kategori inovasi, yaitu inovasi baru, inovasi uji coba, dan inovasi penerapan. Sebagian besar inovasi yang diinput adalah inovasi penerapan.
“Sesuai dengan harapan kita inovasi yang diinput sebagian besar adalah inovasi penerapan dan inovasi penerapan ini manfaatnya akan dan telah dirasakan langsung oleh masyarakat dan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Ia menambahkan, inovasi menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui inovasi, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan, serta menciptakan budaya kerja yang kreatif dan berorientasi pada hasil.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong seluruh OPD, kecamatan, UPTD, dan pemerintah desa untuk meningkatkan tingkat kematangan inovasi, kualitas implementasi, serta kelengkapan dokumen pendukung agar memperoleh hasil penilaian yang optimal.
Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan nilai 90 pada penilaian Innovative Government Award Tahun 2026 sehingga mampu meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif, meningkat dari predikat Kabupaten Inovatif yang diraih pada tahun sebelumnya.
“Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan, komitmen, dan kerja sama seluruh perangkat daerah serta seluruh pihak yang terlibat dalam penilaian inovasi. Insya Allah, Kabupaten Kampar dapat meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada tahun ini,” tutup Dhesy. (HJ)














