DURI, Mediadihati.com – Memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar ijazah dan capaian akademik. Keterampilan, pola pikir yang tepat, serta kemampuan menunjukkan potensi diri menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk bersaing di dunia profesional. Semangat inilah yang diangkat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui kegiatan upskilling bertajuk “From Campus to Career: Skill, Mindset, dan Strategi Menembus Dunia Kerja” di Gading Office Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (21/10/2026) kemarin. Kegiatan ini membekali generasi muda dengan wawasan dan strategi praktis dalam menyusun curriculum vitae (CV), menghadapi wawancara kerja, serta mengenali kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.
Melalui kegiatan ini, PHR mendorong generasi muda untuk lebih siap menghadapi transisi dari dunia pendidikan menuju dunia profesional. Persiapan memasuki dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup komunikasi, kepercayaan diri, pola pikir bertumbuh (growth mindset), dan kemampuan mengenali serta menyampaikan keunggulan diri kepada calon pemberi kerja.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui diskusi terbuka, gelar wicara (talk show), serta sesi pengembangan keterampilan yang relevan dengan proses rekrutmen. Dalam sesi “Beyond GPA, Kompetensi yang Dicari Perusahaan”, salah satu narasumber, Ahmad Yani membahas pentingnya kompetensi di luar capaian akademik dalam membangun daya saing kandidat. Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang juga merupakan anak watan Riau tersebut menekankan bahwa kesiapan memasuki dunia profesional tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh keterampilan, pola pikir, serta kemampuan individu dalam menunjukkan potensi dan memberikan kontribusi di lingkungan kerja.
Sementara itu, Fenny Adi Putri dan Yasril Dendi berbagi pengalaman dan perspektif melalui talkshow bertajuk “Cerita di Balik Kesuksesan Karier”. Peserta juga mendapatkan pembekalan praktis melalui sesi “CV Booster: Upgrade CV-mu, Upgrade Peluangmu” bersama Siska Puspa Sari, yang mengulas cara menyusun CV agar mampu menampilkan kompetensi dan pengalaman secara lebih efektif. Adapun sesi “Interview Excellence: Persiapan Menjadi Kandidat Unggul” bersama Hardiyanto memberikan wawasan mengenai persiapan wawancara, penyampaian jawaban, dan cara membangun kesan profesional di hadapan perekrut.
Melalui materi yang aplikatif dan diskusi interaktif, kegiatan ini diharapkan membantu generasi muda memahami bahwa kesiapan kerja perlu dibangun sejak dini. Kemampuan mengenali kebutuhan perusahaan, menyusun CV yang relevan, dan menghadapi wawancara dengan percaya diri merupakan bagian dari proses pengembangan diri yang dapat terus diasah.
“Bagi kami, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk terus belajar dan mengenali kemampuan yang perlu dikembangkan. Pengalaman magang memberikan gambaran tentang dunia kerja, sementara kegiatan upskilling memotivasi kami untuk meningkatkan keterampilan, lebih percaya diri, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan ke depan,” ujar peserta kegiatan tersebut, Zahara Ananda Putri dan Devi Winata.
Bagi PHR, peningkatan kompetensi generasi muda merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Riau. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, ketika perusahaan tidak hanya mencari kandidat dengan latar belakang pendidikan yang sesuai, tetapi juga individu yang adaptif, komunikatif, mampu bekerja sama, dan memiliki kemauan untuk terus belajar.
“Pengembangan kompetensi generasi muda merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Kami ingin generasi muda memiliki bekal yang lebih menyeluruh untuk memasuki dunia kerja, mulai dari keterampilan, pola pikir, hingga kemampuan mempresentasikan potensi dirinya. Dengan persiapan yang tepat, mereka diharapkan lebih percaya diri dalam menghadapi proses rekrutmen dan mampu mengembangkan karier secara berkelanjutan,” ujar perwakilan Manajemen PHR, Agus Santoso.
Kegiatan upskilling ini merupakan bagian dari upaya PHR dalam memperkuat kompetensi dan kesiapan generasi muda melalui berbagai program pengembangan SDM. Selain pembekalan keterampilan untuk memasuki dunia kerja, PHR juga menjalankan program vokasi di bidang minyak dan gas bumi (migas) maupun nonmigas, program magang kerja, serta dukungan pendidikan melalui beasiswa.
Hingga tahun 2026, PHR telah melaksanakan 2 program vokasi yang menjangkau generasi muda di sejumlah kabupaten di Provinsi Riau. Program ini meliputi pelatihan teknisi AC dan pengelasan dasar yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kompetensi praktis peserta, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi kebutuhan dan tantangan dunia kerja.
Di sisi lain, program magang kerja PHR sebagai upaya peningkatan kompetensi generasi muda Riau telah memasuki batch ke-9 sejak alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan, dengan total peserta sebanyak 947 orang hingga 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan profesional, memahami budaya kerja, serta mengembangkan kedisiplinan, komunikasi, dan kolaborasi.
Dukungan PHR dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, yang mencakup beasiswa bagi mahasiswa dari masyarakat Suku Sakai, beasiswa bagi putra-putri Riau untuk menempuh pendidikan di Universitas Pertamina, serta capaian alumni penerima beasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di universitas di Amerika Serikat.
Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan pendekatan PHR dalam mendukung pengembangan SDM secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan keterampilan, pengalaman praktik, hingga akses pendidikan. PHR berharap generasi muda Riau dapat memanfaatkan berbagai kesempatan tersebut untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Melalui penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, PHR terus berupaya mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap bersaing memperoleh pekerjaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan, mengembangkan karier, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan daerah..***
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Victorio Chatra Primantara
Sr Officer Media Relations Zona Rokan
HP: 0821-6210-3858
victorio.primantara@pertamina.com












