Menu

Mode Gelap
KUA Salo Berbangga, Pegawainya Lulus Pembimbing Haji Tingkat Provinsi Bupati dan Wabup Kampar Berjuang Demi Fasilitas Sekolah Layak Kejar Alokasi APBN 2026 di Kemendikdasmen Merajut Silaturrahmi, Menguatkan Integritas: Langkah Awal Kepala KUA Salo Bertahan Sejak 2019, RM Umi Sengolan Kuok Tetap Eksis dengan Ikan Kopiek Ndak Batulang Bupati Ahmad Yuzar dan Wabup Kampar Temui Mensos RI Gus Ipul Bahas Sekolah Rakyat Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025

Nasional

Rapat dengan Menteri Desa, Syahrul Aidi Sampaikan Pertanyaan Kades Terkait Koperasi Desa Merah Putih

badge-check


					Rapat dengan Menteri Desa, Syahrul Aidi Sampaikan Pertanyaan Kades Terkait Koperasi Desa Merah Putih Perbesar

Jakarta, mediadihati.com – Pemerintah pusat berencana membuat Koperasi Merah Putih sebagai wadah pembangunan ekonomi tingkat desa. Program ini masih jadi pertanyaan bagi banyak pihak terutama para kepala desa sebagai pelaksana program ini nantinya.

Pertanyaan dan masukan dari para kepala desa ini langsung disampaikan oleh anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Dr. Syahrul Aidi Maazat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Desa pada Kamis (13/3/2025) di senayan.

Syahrul Aidi mengakui bahwa setelah Koperasi Desa Merah Putih ini diluncurkan oleh pemerintah. Banyak pertanyaaan dari kepala desa terkait hal ini. Banyak Kades ini khawatir terjadi tumpang tindih program dan mengurangi fungsi kelembagaan lainnya.

“Kita sudah tau bahwa di desa sudah ada KUD, apa statusnya itunya nanti. Kemudian ada juga Bumdes. Seperti apa statusnya. Kita menyarankan Koperasi baru ini polanya tidak menganggu eksistensi Bumdes dan KUD yang sudah ada.” kata Syahrul Aidi.

Dia juga menegaskan agar keberadaan Koperasi Merah Putih ini jangan sampai membunuh KUD dan Bumdes yang sudah ada. Jangan sampai koperasi ini juga membunuh usaha rakyat.

“Kita juga diskusi dengan kades, katanya koperasi ini akan membuat gudang sembako. Sementara nanti ada usaha rakyat yang berjualan sembako. Jangan sampai usaha rakyat terganggu” tambahnya.

Dia juga mempertanyakan sumber dana Koperasi Merah Putih ini dari Dana Desa. Dana desa ini menurutnya untuk membangun otonomi desa.

“Kualifikasi desa ini macam-macam, maka tidak bisa kita ratakan dalam satu program. Jika koperasi ini jadi, jangan sampai program sama untuk semua desa. Ini tentu mengurangi fungsi dana desa sebagai instrumen khusus otonomi desa nantinya.” katanya. (***)

Baca Lainnya

KUA Salo Berbangga, Pegawainya Lulus Pembimbing Haji Tingkat Provinsi

9 Januari 2026 - 15:14 WIB

Merajut Silaturrahmi, Menguatkan Integritas: Langkah Awal Kepala KUA Salo

9 Januari 2026 - 11:50 WIB

Bupati Ahmad Yuzar dan Wabup Kampar Temui Mensos RI Gus Ipul Bahas Sekolah Rakyat

8 Januari 2026 - 17:53 WIB

Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka Menanti yang Berasal dari Inpres 2025

8 Januari 2026 - 12:48 WIB

Tim Lado Hijau KUA Salo Tebar Semangat Kerukunan di Gerak Santai HAB ke-80 Kemenag Kampar

8 Januari 2026 - 09:31 WIB

Trending di Daerah