Menu

Mode Gelap
Harapan dan Doa Iringi Pelepasan Jamaah Haji dari Hulu Sungai Kampar Rapat Paripurna DPRD,Pemerintah Kabupaten Kampar Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi Pansus LKPJ 2025. Wabup Kampar Serahkan Bantuan Sembako dari Badan Pangan Nasional di Kampar Utara Anti Korupsi Lewat Seni, Bupati Kampar Ahmad Yuzar Hadiri Screening Film ACFFEST Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat, Sekdaprov dan Pemkab Sampaikan Duka Cita Wakil Bupati Kampar Awali Peresmian YPSN dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan MDTA Setia Nusa.

Opini

HMI Menjawab: Saat Guru Bertahan, Negara Harus Berbenah

badge-check


					HMI Menjawab: Saat Guru Bertahan, Negara Harus Berbenah Perbesar

Pendidikan Indonesia tidak pernah benar-benar berhenti. Bukan karena regulasi yang kokoh, bukan pula karena program menteri yang gemilang, melainkan karena para guru memilih untuk bertahan. Mereka tetap hadir di ruang kelas meski beban administrasi mencekik. Mereka tetap mengajar meski gaji tak sebanding dengan pengorbanan. Mereka bertahan meski kesejahteraan hanya sebatas janji.

Namun, sampai kapan pengorbanan guru menjadi tumpuan utama jalannya pendidikan? Sampai kapan negara membiarkan guru menjadi benteng terakhir tanpa dukungan yang memadai? Ironi ini yang menampar kesadaran kita. Saat guru terus bertahan, seharusnya negara berbenah.

Guru sering disebut “pahlawan tanpa tanda jasa”, karena peran mereka membentuk generasi penerus bangsa tidak bisa diukur dengan materi semata. Sedangkan dosen adalah intelektual penggerak yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga melahirkan penelitian, gagasan, dan inovasi untuk kemajuan bangsa. Guru menjadi fondasi pembentuk karakter dan dosen menjadi pilar pengetahuan bangsa. Tetapi yang saya jumpai banyak dari mereka masih harus memikirkan bagaimana membayar cicilan, menutup biaya hidup, bahkan ada yang mencari pekerjaan sampingan demi bertahan. Di sisi lain, kita menuntut kinerja maksimal dari aset paling berharga, tetapi tidak memberinya dukungan yang layak.

Solusi yang mendesak adalah Reformasi kebijakan guru, pemerintah harus menempatkan kesejahteraan guru sebagai prioritas, bukan retorika. Beban administrasi mesti dikurangi agar guru kembali fokus pada mendidik, bukan sekadar mengisi laporan. HMI perlu ikut mengawal agenda reformasi pendidikan agar tidak berhenti di meja birokrasi.

Mengutip pernyataan dari seorang praktisi, “Memerdekakan guru dan dosen adalah langkah awal memerdekakan generasi mendatang dari keterbelakangan. Jika kita gagal memberi penghargaan yang layak bagi mereka, mimpi Indonesia Emas akan tinggal slogan yang terdengar nyaring setiap saat, tapi tak pernah benar-benar hidup di ruang kelas”. Atau slogan tersebut bisa saja berganti menjadi Indonesia Cemas, sebab realisasi lapangan yang jauh dari harapan.

Dimas Saputra
Peserta Advance Training HmI BADKO Sumatera Barat

Baca Lainnya

Jejak Pengabdian Zulmansyah Sekedang: Inspirasi yang Tak Pernah Padam

18 April 2026 - 13:24 WIB

BAGIAN PUTIH PAPAN TULIS ITU MASIH LUAS

6 April 2026 - 20:23 WIB

Diplomasi Ilmu dan Bumi: Peran Strategis Mahasiswa Islam dalam Membawa Indonesia ke Panggung Global

8 September 2025 - 20:29 WIB

Maraknya Hoaks Dan Framing Informasi Di Era Keuangan Digital

30 April 2025 - 11:58 WIB

‘PAYUNG’ BUAT PEMIMPIN

26 April 2025 - 22:05 WIB

Trending di Artikel