Menu

Mode Gelap
Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Kampar Tahun 2026 Wakil Bupati Misharti :” Laksanakan Tugas dengan Sebaik-baiknya” KUA Salo Membaur dalam Semarak HUT RI ke-81: Mengabdi, Menyatu, dan Menjaga Harmoni Umat Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan Ketika Suami Juga Memiliki “Masa Iddah” Bupati Kampar Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sumatera di Batam LPTQ Kampar Perkuat Pembinaan dari Daerah: “Hormati Supremasi MTQ”

Daerah

BHABINKAMTIBMAS JADI SAHABAT PETANI

badge-check


					BHABINKAMTIBMAS JADI SAHABAT PETANI Perbesar

Turun ke Lahan Jagung 10 Hari di Tengah Kemarau, Brigadir Kamil Buktikan Polri Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Tapi Juga Jaga Perut Rakyat

RANGSANG PESISIR, mediadihati.com  – Panas terik tak hentikan langkah BRIGADIR Ahmad Kamil. Kamis 7/5/2026, pukul 10.50 WIB, sepatu dinas Bhabinkamtibmas Desa Sonde itu menjejak pematang lahan jagung pipil Kelompok Tani Ducai.

Lahan 0,5 hektare itu baru 10 hari ditanam. Daun jagung setinggi jengkal mulai layu. Target panen 30 Juli 2026 kini di ujung tanduk.

“Sudah 10 hari Pak, hujan belum turun juga. Kalau seminggu lagi begini, bisa gagal panen,” keluh Ketua Poktan Ducai, matanya nanar menatap langit Rangsang Pesisir yang bersih tanpa awan.

Inilah wajah lain Polri. Di tengah ancaman krisis pangan, Bhabinkamtibmas turun langsung ke sawah. Bukan sekadar cek, tapi mendengar, mencatat, dan mencari jalan.

Brigadir Kamil jongkok, memeriksa tanah retak dan daun menguning. Ia dokumentasikan setiap detail. “Ini Kuartal I 2026. Program Ketahanan Pangan Presiden harus sukses. Polri wajib kawal dari benih sampai panen,” tegasnya.

Selama 40 menit, ia bukan polisi. Ia sahabat petani. Ia dengar keluhan, ia sampaikan komitmen negara. *“Tenang Pak. Laporan ini langsung saya sampaikan ke Kapolsek, Kapolres. Kita cari solusi air. Entah pompanisasi, entah sumur bor. Polri nggak akan lepas tangan,”* janji Brigadir Kamil.

Hasilnya bukan sekadar laporan di atas kertas:
1. Data real kondisi pangan desa terpetakan.
2. Nyali petani bangkit karena merasa didampingi negara.
3. Kepercayaan publik pada Polri naik, karena seragam cokelat hadir bukan saat ada masalah hukum, tapi saat rakyat butuh makan.

Pukul 11.30 WIB, giat selesai. Situasi aman. Tapi perang sesungguhnya baru dimulai: perang melawan kemarau.

Kapolsek Rangsang AKP Gunawan yang terima laporan langsung tancap gas. “Laporan Bhabin ini bukti Polri Presisi. Deteksi dini, lapor cepat, cari solusi. Kekeringan di Sonde akan kita koordinasikan dengan Dinas Pertanian. Jangan sampai jagung rakyat mati di lahan,” tegasnya.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH Sik MH apresiasi. “Ini wajah Polri yang humanis. Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak. Mereka mata dan telinga negara di desa. Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional. Kita kawal habis-habisan,” ujarnya.

Di Desa Sonde, jagung 10 hari itu mungkin masih layu. Tapi harapan petani tak lagi kering. Karena ada seragam cokelat yang berdiri di pematang, berjanji menjaga mereka sampai panen tiba. ***

Baca Lainnya

Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Kampar Tahun 2026 Wakil Bupati Misharti :” Laksanakan Tugas dengan Sebaik-baiknya”

15 Agustus 2026 - 19:06 WIB

KUA Salo Membaur dalam Semarak HUT RI ke-81: Mengabdi, Menyatu, dan Menjaga Harmoni Umat

15 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Ketika Suami Juga Memiliki “Masa Iddah”

14 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bupati Kampar Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sumatera di Batam

13 Agustus 2026 - 21:46 WIB

LPTQ Kampar Perkuat Pembinaan dari Daerah: “Hormati Supremasi MTQ”

13 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Trending di Daerah