Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kampar bersama Dinas Parbud Kampar Buka Secara Resmi Kelas Belajar Wirid Budaya Adat Istiadat Kampar Peringati Hari Anak Nasional dan HUT IBI ke-75, Puskesmas Kuok Berikan Pemeriksaan Kesehatan dan USG Gratis di Desa Pulau Terap Bupati Kampar Ahmad Yuzar Lantik 22 Penjabat Kepala Desa, Tekankan Integritas dan Pelayanan kepada Masyarakat Penyuluh Agama KUA Salo Lanjutkan Penanaman Bibit Buah di Rumah Ibadah, Masjid Al-Ikhlas Jadi Lokasi Perdana Bahasa Tubuh Guru: Pelajaran yang Tak Pernah Tertulis di Papan Tulis Bupati Kampar Ahmad Yuzar Hadiri Paripurna Ranperda APBD 2025 dan Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027

Daerah

Yogi, Anak Lajang yang Setia Mendampingi Perjuangan Ibu Mintuo Berjualan Sarapan Pagi

badge-check


					Yogi, Anak Lajang yang Setia Mendampingi Perjuangan Ibu Mintuo Berjualan Sarapan Pagi Perbesar

Setiap pagi buta, ketika kebanyakan anak muda seusianya masih terlelap, Yogi sudah bersiap membantu ibunya, Ibu Mintuo, berjualan sarapan pagi di Jl. DI Penjaitan Bangkinang dengan merek dagang “Sarapan Pagi Pondok Uni Eti. Sebagai anak lajang, Yogi memilih menghabiskan waktu subuhnya di dapur dan lapak sederhana, demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Yogi tak sekadar membantu. Ia terlibat penuh sejak awal persiapan. Mengangkat beras, menyiapkan meja dagangan, hingga melayani pembeli menjadi rutinitas yang dijalani dengan sabar. Tangannya cekatan, wajahnya ramah, meski rasa lelah kerap datang karena harus bangun sebelum matahari terbit.

“Saya cuma ingin ibu tidak bekerja sendirian,” ujar Yogi lirih, sambil tetap melayani pembeli.

Bagi Yogi, membantu ibunya bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk bakti. Ia memahami betul perjuangan Ibu Mintuo yang selama ini mengandalkan berjualan sarapan pagi sebagai sumber penghidupan keluarga. Meski penghasilan tidak menentu, Yogi tetap setia mendampingi, tanpa mengeluh.

Ibu Mintuo mengaku sangat terbantu dengan kehadiran putranya. Di usia yang tak lagi muda, dukungan Yogi menjadi kekuatan tersendiri. “Kalau ada Yogi, capek terasa ringan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Warga sekitar pun mengenal Yogi sebagai sosok pemuda yang rendah hati dan bertanggung jawab. Banyak pembeli yang datang bukan hanya untuk menikmati sarapan, tetapi juga karena terharu melihat kebersamaan ibu dan anak itu. Kehadiran Yogi membuat lapak kecil tersebut terasa hangat dan penuh makna.

Di tengah arus kehidupan yang kian sulit, kisah Yogi menjadi gambaran nyata tentang arti tanggung jawab dan kasih sayang seorang anak kepada ibunya.
Tanpa sorotan dan pujian, Yogi menjalani perannya dengan tulus, membuktikan bahwa perjuangan seorang ibu akan selalu menemukan kekuatan pada anak yang berbakti.(***)

Baca Lainnya

Ketua DPRD Kampar bersama Dinas Parbud Kampar Buka Secara Resmi Kelas Belajar Wirid Budaya Adat Istiadat Kampar

22 Juli 2026 - 10:02 WIB

Peringati Hari Anak Nasional dan HUT IBI ke-75, Puskesmas Kuok Berikan Pemeriksaan Kesehatan dan USG Gratis di Desa Pulau Terap

22 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Kampar Ahmad Yuzar Lantik 22 Penjabat Kepala Desa, Tekankan Integritas dan Pelayanan kepada Masyarakat

21 Juli 2026 - 21:31 WIB

Penyuluh Agama KUA Salo Lanjutkan Penanaman Bibit Buah di Rumah Ibadah, Masjid Al-Ikhlas Jadi Lokasi Perdana

21 Juli 2026 - 16:32 WIB

Bupati Kampar Ahmad Yuzar Hadiri Paripurna Ranperda APBD 2025 dan Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027

21 Juli 2026 - 11:48 WIB

Trending di Daerah