Menu

Mode Gelap
Kepala BGN : SPPG yang Tak Penuhi Standar Akan Ditindak Tegas Ekoteologi Satukan Hati, Penyuluh Agama KUA Salo Tanam Pohon di Gereja Wujudkan Kerukunan Umat Beragama Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tinjau Korban Kebakaran, Pastikan Pemerintah Hadir Untuk Masyarakat Paguyuban Kelas IV Jabal Nur SDM 019 Bangkinang Perkuat Sinergi Orang Tua dan Guru Demi Mewujudkan Generasi Emas 2045 Masjid Tua di Pulau Tonga Tetap Hidup dalam Doa, Penyuluh Agama KUA Salo dan Mahasiswa KKN UNRI Hijaukan Pekarangannya Menjaga Harapan dari Ancaman Narkoba: Ikhtiar yang Tak Pernah Berhenti di Bumi Kampar Negeri Serambi Mekkah

Nasional

Anggota BKSAP DPRRI Syahrul Aidi Maazat Desak Pemerintah Usut Dugaan Eks Tentara Isreal Miliki Vila di Bali

badge-check


					Anggota BKSAP DPRRI Syahrul Aidi Maazat Desak Pemerintah Usut Dugaan Eks Tentara Isreal Miliki Vila di Bali Perbesar

Jakarta, mediadihati.com – Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemem (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) menyoroti viralnya informasi di media sosial mengenai dua warga asing yang disebut sebagai mantan tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF) yang memiliki bisnis vila di Bali.

Video tersebar luas di platform X menampilkan seorang pria asing bernama Shachar Gonen sedang menerbangkan drone di sebuah kebun, serta seorang perempuan asing mengikuti prosesi adat Bali sebelum pembangunan vila dimulai. Dalam unggahan tersebut juga terdapat foto keduanya berseragam militer IDF.

“Jika benar mantan tentara Israel memiliki aset dan menjalankan bisnis di Indonesia, khususnya di Bali, ini bukan hanya persoalan legalitas izin tinggal dan usaha, tetapi juga menyangkut keamanan nasional dan komitmen kita terhadap perjuangan rakyat Palestina. Kemerdekaan Palestina merupakan amanah dari Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga Indonesia sampai kapanpun tidak akan mengakui negara Israel selama negara Palestina belum merdeka seutuhnya,” tegas anggota Komisi 1 DPR RI ini, Senin (11/8/2025).

Ketua Badan Diplomasi dan Pembinaan Luar Negeri Dewan Pimpinan Tingkat Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPTP PKS) ini menegaskan bahwa isu ini tidak bisa dianggap sepele mengingat sensitifnya hubungan diplomatik dan keamanan nasional.

Anggota DPR RI Dapil Riau II ini meminta pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM, Ditjen Imigrasi, dan aparat terkait segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk memeriksa latar belakang dan aktivitas kedua warga asing tersebut.

“Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Oleh karena itu, segala bentuk aktivitas ekonomi, investasi, atau kepemilikan aset oleh warga negara Israel atau pihak yang memiliki rekam jejak militer di Israel dilarang dilakukan di Indonesia. Pengawasan imigrasi dan investasi asing harus diawasi lebih ketat agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang dapat mengancam keamanan dan kedaulatan negara.” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Humas Imigrasi Ngurah Rai telah mengonfirmasi bahwa lokasi proyek diduga berada di wilayah Denpasar, dan saat ini pihak Imigrasi Denpasar tengah menyelidiki kebenaran informasi tersebut. (***)

Baca Lainnya

Kepala BGN : SPPG yang Tak Penuhi Standar Akan Ditindak Tegas

24 Juli 2026 - 16:47 WIB

Hendry Munief Kunjungi PLUT UMKM dan Riau Creative Hub, Temukan Sejumlah Kendala Terima Usulan

25 Juni 2026 - 13:47 WIB

Jelang Penetapan RAPBN 2027, Hendry Munief Sinkronisasi Program dengan Dispar dan Disperindag Riau

24 Juni 2026 - 13:21 WIB

Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja sebagai anggota DPR RI

17 Juni 2026 - 11:36 WIB

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidil Sebut IMYF 2026 Perkuat Solidaritas Pemuda Muslim Dunia Hadapi Tantangan Global

12 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Nasional