Menu ✖

Mode Gelap
Iskandar, M.E.Sy Lulus Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan II Tahun 2026 Mahasiswa PPG Universitas Riau Revitalisasi Permainan Tradisional, Tingkatkan Keaktifan dan Karakter Siswa SD IT Iskandar Muda Pekanbaru Rapat Paripurna DPRD, Wabup Kampar Sebut Anak-Anak di Wilayah Pelosok Harus Dapat Akses Pendidikan Yang Layak. Jelang Pleno PDPB Triwulan IIi, Bawaslu Kampar Imbau Masyarakat dan Partai Politik Tentang Data Pemilih 2026 Wakil Bupati Tinjau Revitalisasi SDN 012 Rantau Kasih, Wujud Komitmen Pemkab Kampar Tingkatkan Kualitas Pendidikan Agar Progres Sesuai Rencana Wakil Bupati Kampar Dr Misharti Tinjau Pembangunan Jalan di Kelurahan Sungai Pagar.

Nasional

Rapat dengan Menteri Desa, Syahrul Aidi Sampaikan Pertanyaan Kades Terkait Koperasi Desa Merah Putih

badge-check


					Rapat dengan Menteri Desa, Syahrul Aidi Sampaikan Pertanyaan Kades Terkait Koperasi Desa Merah Putih Perbesar

Jakarta, mediadihati.com – Pemerintah pusat berencana membuat Koperasi Merah Putih sebagai wadah pembangunan ekonomi tingkat desa. Program ini masih jadi pertanyaan bagi banyak pihak terutama para kepala desa sebagai pelaksana program ini nantinya.

Pertanyaan dan masukan dari para kepala desa ini langsung disampaikan oleh anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Dr. Syahrul Aidi Maazat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Desa pada Kamis (13/3/2025) di senayan.

Syahrul Aidi mengakui bahwa setelah Koperasi Desa Merah Putih ini diluncurkan oleh pemerintah. Banyak pertanyaaan dari kepala desa terkait hal ini. Banyak Kades ini khawatir terjadi tumpang tindih program dan mengurangi fungsi kelembagaan lainnya.

“Kita sudah tau bahwa di desa sudah ada KUD, apa statusnya itunya nanti. Kemudian ada juga Bumdes. Seperti apa statusnya. Kita menyarankan Koperasi baru ini polanya tidak menganggu eksistensi Bumdes dan KUD yang sudah ada.” kata Syahrul Aidi.

Dia juga menegaskan agar keberadaan Koperasi Merah Putih ini jangan sampai membunuh KUD dan Bumdes yang sudah ada. Jangan sampai koperasi ini juga membunuh usaha rakyat.

“Kita juga diskusi dengan kades, katanya koperasi ini akan membuat gudang sembako. Sementara nanti ada usaha rakyat yang berjualan sembako. Jangan sampai usaha rakyat terganggu” tambahnya.

Dia juga mempertanyakan sumber dana Koperasi Merah Putih ini dari Dana Desa. Dana desa ini menurutnya untuk membangun otonomi desa.

“Kualifikasi desa ini macam-macam, maka tidak bisa kita ratakan dalam satu program. Jika koperasi ini jadi, jangan sampai program sama untuk semua desa. Ini tentu mengurangi fungsi dana desa sebagai instrumen khusus otonomi desa nantinya.” katanya. (***)

Baca Lainnya

Rapat Akbar Eks Peladangan dan Forum Masyarakat Senama Nenek Satukan Perjuangan Hak Atas Lahan

26 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Tutup Open Turnamen Aiza Chess, Angga Dorong Regenerasi Pecatur Kampar

23 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Deni Ikhsan Optimistis Bawa RW Parit Gambut Juara di Final Turnamen Desa Dedap

23 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Sudirman: Mari Lahirkan “Angga-Angga Baru” yang Konsisten Gelar Event Catur

23 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Isi Kemerdekaan RI ke-81, Hendry Munief Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kualitas Diri

17 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Trending di Nasional